Pesawat Misterius X-37B Kembali Dibawa ke Luar Angkasa

Pesawat Misterius X-37B Kembali Dibawa ke Luar Angkasa

NEW YORK – Pesawat misterius ruang angkasa X-37B dikabarkan kembali terbang pada hari Minggu (17/5/2020) pagi waktu Florida Amerika Serikat. Pesawat itu digendong oleh roket United Launch Alliance Atlas V.

Associated Press melaporkan bahwa para pejabat Amerika Serikat tidak mengungkapkan berapa lama X-37B akan bertahan di lintasan, juga tidak mengungkapkan tujuan misi. Namun Jim Chilton, pengembang pesawat X-37B yang juga merupakan wakil presiden senior Boeing menunjukkan bahwa waktu setiap kali pesawat bertugas semakin lama. (Baca juga: Realme TV Akan Dilengkapi Chip MediaTek dan Dolby Audio)

X-37B adalah pesawat yang dikembangkan dengan konsep pesawat ruang angkasa tak berawak, dapat digunakan kembali, mampu lepas landas secara vertikal dan mendarat secara horizontal. Angkatan Udara AS, yang saat ini memiliki dua unit X-37B sejak awal enggan mengomentari kemampuan dan peran yang dilakukan pesawat itu selama waktu di luar angkasa. Pihak AU AS hanya mengatakan bahwa X-37B digunakan untuk eksperimen ilmiah.

Misi penerbangan terakhir berlangsung yang paling panjang, yakni 2 tahun. Ketika X-37B kembali ke Bumi tahun lalu, ia mendarat pada malam hari di Pusat Luar Angkasa Kennedy.

Angkatan Udara Amerika Serikat memiliki setidaknya 2 buah pesawat ruang angkasa X-37B yang dapat digunakan berulang, dan masing-masing sudah pernah terbang beberapa kali. Pangkalannya adalah bekas hanggar pesawat ulang-alik di Kennedy Space Center.

Pesawat bertenaga surya ini memiliki panjang 9 meter dengan bentuknya yang seperempat dari pesawat ulang-alik, tingginya 2,9 meter dan berat 4.990 kg. Pesawat dapat melakukan percobaan atau mengakomodasi satelit kecil di kompartemen muatannya.

Roket yang baru diluncurkan memiliki kabin eksperimental tambahan, membawa beberapa peralatan laboratorium penelitian NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat, ini merupakan beban terbesar yang dibawa X-37B sejauh ini.

BACA JUGA  Lebih dari 1.000 Orang Kembali ke Suriah dari Jerman Sejak 2017

Kemampuan khusus proyek X-37B untuk menguji sistem baru di ruang angkasa dan kembali ke Bumi adalah unik. Ini yang membuat Amerika Serikat lebih efektif dan lebih efisien dalam mengembangkan kemampuan untuk mempertah. Baca juga: Matahari Akan Padam dan Menyebabkan Kepunahan, Benarkah?)

Sebagian kecil misi yang diinformasikan ke publik adalah soal rencana X-37B yang akan membawa satelit kecil FalconSat-8, sebuah satelit yang dikembangkan oleh Akademi Angkatan Udara AS dan membawa lima muatan eksperimental.

Dalam ekspedisi terakhirnya yang tuntas pada Oktober 2019 lalu, X-37 menghabiskan 780 hari pemecahan rekor di orbit, dengan total 2.865

(wbs)

Sumber: Sindonews

admpintas

Read Previous

Apa yang Akan Terjadi Jika Oksigen Hilang Selama 5 Detik?

Read Next

Hikmah Jeda Liga 1, Gelandang Bhayangkara FC Dapat Berpuasa di Aceh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *