Bantu Warga Terdampak Covid – 19, Seorang Ibu di Kota Kediri Gantung Sembako di Pagar Rumah



Di tengah masa sulit seperti ini, memang sudah selayaknya kita saling menolong dan bahu-membahu.

Beragam cara ditempuh masyarakat untuk menunjukkan kepedulian pada sesama di tengah pandemi Covid 19 yang sangat berdampak pada masyarakat berbagai kalangan, terutama menengah ke bawah.

Seperti halnya yang dilakukan Sudarwati, warga Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Setiap pagi dia menyediakan 10 bungkus paket sayur dan lauk digantung di gerbang rumahnya untuk membantu warga yang membutuhkan.

Sudariyati mempersilakan setiap orang yang membutuhkan untuk mengambil persediaan paket sayuran dan lauk yang ia siapkan.

Ide ini dicetuskan anak-anak Sudarwati yang ada di perantauan. Mereka mengirimkan dana untuk berbagi pada tetangga terdekat. Pandemi ini menyebabkan beberapa tetangga terganggu pendapatannya. Meski sudah ada bantuan dari pemerintah baik pusat dan daerah, hanya kebutuhan sehari-hari misalnya sayur segar masih dibutuhkan.

“Ini mulai kemarin. Sebetulnya tujuannya untuk mengajak yang lain juga ikut,” kata Sudaryati, Senin (01/06). Hari ini merupakan hari kedua Sudarwati melakukan. Tetangga sudah tahu dari hari pertama sehingga sudah menunggu di depan rumah.

Setiap sore, Sudarwati memesan 10 paket kepada tukang sayur. Paket tersebut terdiri dari sayuran, minyak goreng, bumbu, dan lauk (tahu, tempe, dan lain-lain). Menurut Sudaryati, satu paket kira-kira Rp 10.000,-. Pagi sekitar pukul 06.00 WIB, paket tersebut diambil. Selain pengadaan sayur, juga sekaligus berbagi rezeki dengan tukang sayur langganan.

“Besok harus ada bawang merah. Bawang merah sedang sangat mahal. Justru mahal itu, harus ada,” tambah Sudaryati.

Pukul 07.00 WIB, paket tersebut digantungkan di pagar rumahnya. Di sampingnya diberi tulisan bahwa paket ini gratis, siapapun boleh mengambil. Satu keluarga mengambil satu paket agar banyak orang kebagian.

BACA JUGA  Doni Monardo Minta Warga yang Pernah Ada di Kerumunan Lakukan Tes Swab

Tak sampai 5 menit, paket tersebut langsung ludes. Kebanyakan diambil oleh tetangga yang membutuhkan. Selain itu juga, ada tukang becak yang kebetulan lewat dan juga orang yang melintas. Mereka mengambil satu-satu saja, tidak lebih. Meski tidak diawasi, tidak ada yang mengambil lebih dari satu paket.

Selain tulisan boleh mengambil, Sudaryati juga memberi tulisan bahwa siapa saja boleh menaruh paket di sini. Harapannya, pagar rumah ini bisa menjadi sarana untuk berbagi. Keluarganya mempersiapkan dana untuk 3 bulan ke depan, setiap hari.

“Semoga virus ini segera pergi sehingga bisa kembali bekerja dan tidak ada yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan,” harap Sudarwati.(eko/yah)



Source link

admpintas

Read Previous

Imbas Corona, Pengusaha Butuh Modal Rp990 triliun : Okezone Economy

Read Next

Gubernur Khofifah : Kegiatan Belajar di Rumah Bagi Siswa Kembali Dimulai

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *