Penjual Sapi Kurban di Tasikmalaya Merana, Pembeli Turun Drastis

Penjual Sapi Kurban di Tasikmalaya Merana, Pembeli Turun Drastis

Merdeka.com – Sejumlah pedagang sapi di Kota Tasikmalaya, saat ini tengah merana. Hal ini akibat menurunnya penjualan menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Penjualan tahun ini turun drastis dibanding tahun lalu.

Ade Memed (58), salah seorang penjual sapi di Jalan Gubernur Sewaka, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya menyebut bahwa penurunan angka penjualan sapi yang dialaminya mencapai 40 persen. Di tahun sebelumnya, hingga H-7 Idul Adha, ia bisa menjual 100 ekor sapi. Sekarang, dari 60 ekor sapi yang siap jual, belum semuanya terpesan.

“Mungkin karena ekonomi berhenti akibat Covid-19. Dari yang biasa beli lima sapi jadi hanya beli tiga saja,” tuturnya, Sabtu (25/7).

Ade mengungkapkan bahwa sapi-sapi yang dijualnya tahun ini semua adalah sapi lokal yang diambil dari Tasikmalaya bagian selatan. Biasanya, dia mengambil sapi dari luar Tasikmalaya, namun karena mengantisipasi kondisi pasar sedang turun, hal tersebut tidak ia lakukan.

“Untuk mendongkrak penjualan, saya menurunkan harga jual sapi. Kalau biasanya saya menjual Rp 21 juta, saya turunkan jadi Rp 19,5 juta. Sapi yang saya jual memang di kisaran Rp 14 juta sampai Rp 35 juta per ekornya,” ungkapnya.

Ade memastikan bahwa semua sapi yang dijualnya dilengkapi dengan surat keterangan sehat. Ia pun memastikan bahwa sapi yang akan dikirim kepada warga yang membeli akan diperiksa kondisi kesehatannya.

Pedagang sapi lainnya, Ajat Sudrajat (64) pun mengaku kondisi serupa. Ajat yang berjualan Jalan Sutisna Senjaya, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, mengaku bahwa sapinya masih banyak yang belum dipesan. Biasanya, hingga H-10 saja ia bisa menjual 100 ekor sapi.

Ajat mengaku hanya berani mengambil stok sapi sesuai permintaan pembeli, tidak berani mengambil stok dari Jawa Timur atau Madura dalam jumlah besar. “Selama ini memang yang beli sapi ke saya banyaknya pengusaha konveksi. Tapi karena pandemi Covid-19, banyak usaha konveksi yang terdampak. Jadinya ya penjualan menurun,” ucapnya.

BACA JUGA  Babak I: Chelsea Dua Kali Koyak Gawang Palace

Namun walau begitu, Ajat mengaku tetap optimis penjualan sapi akan meningkat seiring semakin dekatnya Idul Adha. Ia menyebut bahwa biasanya pembeli banyak datang menjelang datang hari raya. Ia pun berstrategi dengan menghubungi pelanggannya.

Selain Ade, Ajat juga memastikan bahwa seluruh sapinya tidak berpenyakit karena sudah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan.

“Apalagi sapi yang didatangkan dari luar daerah. Semuanya akan dilakukan pemeriksaan setiap melewati pos kesehatan hewan. Sebelum dikirim sudah dicek di daerah asal, terus di Banjar. Itu dari Jawa bisa sampai lima kali diperiksa. Jadi tidak sembarangan masuk sapi, dari dulu juga tidak ada sapi gila,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Dan Perikanan, Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi mengatakan bahwa ketersediaan hewan kurban di Kota Tasikmalaya mencukupi kebutuhan warga yang hendak berkurban. Ia juga menyebut bahwa seluruh hewan kurban yang dijual memiliki sertifikat kesehatan hewan.

“Karena hewan kurban yang masuk dari luar daerah pasti ada surat keterangan sehatnya. Kita sudah turunkan untuk melakukan pemeriksaan. Kondisi hewan insyaallah aman, sebab penjual juga tidak ingin ambil risiko,” kata Tedi.

Walau begitu, Tedi mengimbau para pembeli hewan kurban tetap teliti dalam memilih sapi. Menurut dia, pembeli dapat menanyakan asal hewan kurban dan meminta pedagang menunjukkan surat keterangan sehat hewan.

Sejauh ini sendiri, di Kota Tasikmalaya tidak ada temuan hewan kurban yang berpenyakit. Namun, di lokasi penjualan hewan masih banyak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan. [bal]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Gubrak! Pria Diseruduk Motor Saat Asyik Berjoget di Tengah Jalan

Read Next

Mirip Atta Halilintar, Gabe Wely Curhat Sering Disebut Anak Haram

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *