Belum Pikirkan Pensiun, Lewandowski Yakin Bisa Bermain Hingga Usia 40 Tahun

Belum Pikirkan Pensiun, Lewandowski Yakin Bisa Bermain Hingga Usia 40 Tahun


Suara.com – Robert Lewandowski belum memikirkan akhir karirnya. Striker internasional Polandia ini yakin masih dapat bermain hingga usia 40 tahun setelah menjalani musim luar biasa untuk Bayern Munich.

Lewandowski telah mencetak 55 gol pada musim 2019-20 untuk membawa raksasa Bundesliga itu meraih treble dan memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya dalam karirnya.

Ia tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Pekan lalu, Lewandowski mengatakan kontraknya di Bayern yang akan berakhir pada 2023, tidak akan menjadi yang terakhir.

Penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski mencium trofi Liga Champions usai timnya mengalahkan Paris Saint-Germain 1-0 pada laga final yang dihelat di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Senin (24/8/2020) dini hari WIB. [MATTHEW CHILDS / POOL / AFP]

Lewandowski yang saat ini berusia 32 tahun mengatakan kepada Kicker bahwa dia masih akan terus bermain mungkin untuk delapan tahun ke depan.

“Mengakhiri karir saya di Bayern adalah sebuah pilihan, tentu saja, tapi saya masih memiliki banyak tahun lagi. Saya tidak memikirkan akhir dari karir saya,” kata Lewandowski seperti dilansir Sportskeeda.

“Saya tidak merasa seperti berusia 32 tahun. Saya merasa lebih baik daripada ketika saya berusia 26 tahun. Saya telah bekerja sangat khusus dalam beberapa tahun terakhir untuk mencapai tingkat optimal saya.”

Meski demikian, Lewandowski kecewa karena tidak mendapatkan gelar Sepatu Emas Eropa setelah mencetak 34 gol dalam 31 laga Bundesliga. Sementara pemenang Ciro Immobile mencetak 36 gol dalam 37 gol untuk Lazio di Serie A.

“Saya pikir itu memalukan bahwa kami memiliki empat pertandingan lebih sedikit di Bundesliga [34 berbanding 38 di Italia],” tambah Lewandowski yang baru terpilih sebagai pemain terbaik Jerman tahun ini.

BACA JUGA  TNI dan Polisi Ikut Copot Baliho Rizieq di Tangerang, FPI Cuma Bisa Pasrah

“Persaingan akan lebih adil jika semua orang memainkan jumlah pertandingan yang sama. Jika kami memiliki 20 tim di liga, seperti di Italia, Spanyol, Inggris atau Prancis, itu akan lebih objektif,” pungkasnya.



Source link

admpintas

Read Previous

Bhayangkari 04 Stukpa Gelar Webinar Pemberdayaan Perempuan Bantu Perekonomian Keluarga

Read Next

9 Lagu Jebolan Indonesian Idol Ini Karya Laleilmanino, Semuanya Hits!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *