Detik-detik Leher Guru Sejarah Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad

Polisi Periksa 23 Saksi Kematian Editor MetroTV Yodi Prabowo


Ilustrasi pisau untuk menikam. (istimewa).

Tindakan guru tersebut dianggap menghujat umat Islam. Pelaku penikaman pun ditembak mati oleh polisi tidak jauh dari lokasi.

SuaraKalbar.id – Seorang guru sejarah kepalanya dipenggal karena memperlihatkan kartun Nabi Muhammad ke anak-anak muridnya. Guru sejarah itu ditikam hingga tewas di dekat sekolah.

Tindakan guru tersebut dianggap menghujat umat Islam. Pelaku penikaman pun ditembak mati oleh polisi tidak jauh dari lokasi.

Kejadian itu, Jumat (16/10/2020) kemarin di daerah permukiman di pinggiran barat laut Paris.

Insiden itu menggemakan serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.

Penerbitan karikatur Nabi Muhammad itu menimbulkan masalah di masyarakat Prancis.

Demonstran Muslim membawa spanduk dalam aksi protes menentang penertiban kartun Nabi Muhammad pada majalah satir mingguan Charlie Hebdo, dekat Downing Street, London, Minggu (8/2). (Antara/Reuters)

Pembunuhan yang menargetkan seorang guru, ditafsirkan oleh banyak tokoh masyarakat sebagai serangan terhadap esensi kenegaraan Prancis, dengan nilai-nilai yang dianutnya yaitu sekularisme, kebebasan beribadah, dan kebebasan berekspresi.

“Salah satu warga kami dibunuh hari ini karena dia mengajar, dia mengajar murid-muridnya tentang kebebasan berekspresi,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan di lokasi serangan itu.

“Rekan kami diserang secara mencolok, menjadi korban serangan teroris. Kami akan bertindak. Dengan tegas, dan cepat,” kata Macron.

Korban serangan menderita beberapa luka di leher, menurut seorang perwakilan polisi mengatakan, bahwa guru tersebut dipenggal dalam serangan itu.

Warga Iran demo dan kecam majalah satire Prancis,Charlie Hebdo. (Anadolu Agency/Fatemeh Bahrami)  Warga Iran demo dan kecam majalah satire Prancis,Charlie Hebdo. (Anadolu Agency/Fatemeh Bahrami)

Penyiar Prancis BFMTV melaporkan bahwa tersangka penyerang berusia 18 tahun dan lahir di Moskow. Petugas penegak hukum tidak menyebutkan nama penyerang, atau korbannya.

BACA JUGA  Mendikbud Nadiem Klarifikasi Soal Isu SMA Tak Wajib Belajar Sejarah



Source link

admpintas

Read Previous

Raih Podium, Alex Marquez Kesal Ditendang dari Repsol

Read Next

Main Sinetron Bareng Lagi, 10 Potret Mesra Zoe Abbas dan Aditya Zoni

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *