Kondisi Korban Demo Tolak Omnibus Law di RS Kramat Jati Membaik

Merdeka.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyampaikan kondisi aparat dan massa yang terluka akibat kerusuhan unjuk rasa menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja kondisinya telah baik dan telah mendapatkan penanganan medis.

Hal itu disampaikan Nana saat menyambangi Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (10/10). Bersama Kompolnas untuk melihat kondisi korban baik dari aparat maupun masyarakat.

“Data kemarin, ada 28 anggota yang menjadi korban, dan saat ini masih ada enam orang yang menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati,” kata Irjen Nana Sudjana di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/10).

Ke enam orang anggota Brimob yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati dan sudah mulai membaik.

“Anggota Polri yang masih dirawat di RS 6 orang dan alhamdulillah sudah membaik. Dan untuk masyarakat itu ada sekitar 30 orang, yang dirawat di RS Polri,” kata Nana kepada wartawan.

Lebih lanjut, Nana mengatakan, selama unjuk rasa, Polri menerapkan pendekatan humanis dan persuasif. Petugas berusaha mencegah terjadi kerusuhan. Namun, hal itu tidak diindahkan, hingga terjadi pelemparan ke arah petugas.

Pelemparan ini pun diduga bukan dilakukan oleh massa dari kalangan buruh atau mahasiswa. Melainkan oleh para remaja yang diduga tergabung dalam kelompok Anarcho Syndicalism.

“Ke depan kami tetap himbau kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi segala sesuatu ini pasti ada solusinya, lakukan lah dengan musyawarah untuk mencapai mufakat, saya yakin ada solusi,” jelas Nana.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Kompolnas Irjen (Purn) Pol Pudji Hartanto menambahkan, bentrok dalam sebuah unjuk rasa diharapkan tidak terulang kembali. Ia turut prihatin atas jatuhnya korban dalam kerusuhan unjuk rasa menolak omnibus law.

BACA JUGA  10 Potret Terbaru Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, Romantis Abis!

“Kunjungan ini adalah memberikan semacam wujud peduli simpati kita, bahwa ini perlu ada suatu kepedulian untuk membangun empati kita. Supaya semangat anggota di lapangan terus melakukan tugas lebih baik sehingga tidak ada lagi korban,” tandasnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa khususnya di DKI Jakarta turut terjadi pembakaran fasilitas umum seperti halte, pos polisi Polda Metro Jaya jadi sasaran aksi anarkis para demonstran. Atas hal itu, sejak Rabu (7/10) polisi sudah mengamankan 1.192 orang yang diduga sebagai perusuh. [ded]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Awas Toxic Relationship Orangtua dan Anak

Read Next

Pasangan Pemilik Airbnb Dikecam, Ada Syarat Berat Badan Maksimal untuk Tamu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *