Belum Stabil Akibat Pandemi, Produksi Rempeyek Kampung Pelemadu Masih Minim

Belum Stabil Akibat Pandemi, Produksi Rempeyek Kampung Pelemadu Masih Minim


Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 09 November 2020 | 18:10 WIB

Produksi rempeyek di Kampung Pelemadu, di Desa Sriharjo, Kecamata Imogiri, Bantul, Minggu (8/11/2020) – (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menurutnya, rempeyek buatan dari Pelemadu memiliki rasa yang berbeda dengan rempeyek pada umumnya.

SuaraJogja.id – Industri rempeyek di Kampung Pelemadu, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul masih terus bertahan meski dalam kondisi yang tidak menentu. Produksi rempeyek yang dijalankan masyarakat kecil itu kini harus berjuang ekstra di masa pandemi Covid-19.

Salah satu pembuat rempeyek yang tergabung dalam kelompok Sedyo Rukun, Tumirah (60), mengaku, sekarang penjualan rempeyek yang ia dan beberapa rekannya produksi tidak lagi sebanyak dulu. Penurunan makin drastis dengan adanya pandemi Covid-19, yang membuat mereka membatasi produksinya.

“Lha ya kalau sekarang, seminggu goreng, terus tiga minggu setelahnya libur tidak produksi lagi,” kata Tumirah saat ditemui awak media di sela-sela menggorek rempeyek di Pelemadu, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Minggu (8/11/2020).

Tumirah menyebutkan, sebelum pandemi Covid-19 setidaknya 80 kardus bisa terjual setiap harinya. Setiap kardus itu akan berisi sekitar 120 bungkus rempeyek.

Kala itu, disampaikan Tumirah, pekerja yang membuat rempeyek bisa mencapai 10 orang. Nantinya tugas mereka akan dibagi ke dalam lima tungku yang berbeda dengan tungku yang menyala. Namun sekarang, jumlah itu menyusut jadi sekitar 5 orang saja belum pasti.

Saat ini, diungkapkan Tumirah, pihaknya hanya memproduksi rempeyek sekitar enam ember atau setara dengan enam kg tepung. Sedangkan untuk kacang, produksinya menyesuaikan dengan kebutuhan.

Tumirah dalam sehari mulai memproduksi rempeyek dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, bahkan bisa lebih cepat jika bahannya sudah habis. Diakui pihaknya, sebagai industri yang kecil, usaha rempeyek terus tertekan dengan pasang surutnya peminat karena ditambah persaingan yang ketat.

BACA JUGA  3 Cara Ampuh Cegah Iritasi Kulit Akibat Terlalu Lama Pakai Masker : Okezone Lifestyle

Seorang pembeli datang langsung ke rumah produksi rempeyek di Kampung Pelemadu, di Desa Sriharjo, Kecamata Imogiri, Bantul, Minggu (8/11/2020). – (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

“Sampai sekarang belum stabil, ya bertahan gini saja,” sebutnya.

Kendati produksi menurun, Tumirah mengungkapkan, pesanan rempeyeknya itu masih tetap diminati hingga berbagai daerah, mulai dari Purbalingga hingga Semarang. Dengan kondisi saat ini, pelanggan didominasi oleh pembeli lokal.

Rumah produksi rempeyek yang kebetulan juga berada di dekat objek wisata baru Lembah Sorory ini dinilai oleh Tumirah sebagai berkah tersendiri. Sebab dari situ, kerja sama antar warga masyarakat dalam membangun perekonomian bisa terjalin.



Source link

admpintas

Read Previous

Disebut Mirip Anya Geraldine, Foto Gadis Penjaga Warung Kopi Ini Viral di Medsos

Read Next

Serma T Berkali-Kali Bersetubuh Dengan Pria, Hakim: Sulit Disembuhkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *