Women on Top Ternyata Posisi Seks Paling Berbahaya, Ini Penjelasannya

Pakar: Jaga Kesehatan Seksual Sama Pentingnya dengan Kesehatan Tubuh


Bercinta di kursi dengan berbagai gaya. (Shutterstock)

Women on top atau posisi seks perempuan di atas rupanya menimbulkan risiko bagi pihak pria. Bagaimana bisa begitu?

SuaraJawaTengah.id – Women on top atau perempuan yang berada di atas saat berhubungan intim disebut sebagai posisi seks paling tidak sehat atau berisiko. Namun, risiko yang lebih besar justru bisa dialami pihak pria.

Hal tersebut dinyatakan oleh penelitian yang disusun oleh para ilmuwan Kanada. Melansir dari Business Standard, posisi women on top disebut malah berbahaya bagi pria karena bisa menyebabkan fraktur penis atau patah tulang penis selama berhubungan seksual.

“Studi kami mendukung fakta bahwa hubungan seksual dengan woman on top adalah posisi seksual paling berisiko terkait dengan patah tulang penis,” ungkap para peneliti.

Dilansir dari Telegraph, para peneliti mengamati tiga rumah sakit di Campinas, kota berpenduduk tiga juta orang di Brasil. Mereka menggunakan catatan rumah sakit dan mewawancarai pasien dalam beberapa kasus tertentu. 

Hubungan Seksual. (Elements Envato)

Penelitian dilakukan dengan mengamati pasien diagnosis patah tulang penis selama periode 13 tahun. Studi ini juga telah dipublikasikan di jurnal Advances in Urology.

Separuh dari peserta dengan usia rata-rata 34 tahun melaporkan mendengar suara retak sebelum mengalami rasa sakit dan beberapa juga menderita pembengkakan pada penis ketika melakoni hubungan seksual dengan posisi women on top.

“Hipotesis kami adalah bahwa saat wanita ada di atas, dia biasanya mengontrol gerakan dengan seluruh berat tubuhnya mendarat di penis yang sedang ereksi, ini tak dapat menghentikan kemungkinan penis mengalami penetrasi yang salah,” catat penulis.

“Sebaliknya saat pria mengontrol gerakan, dia punya peluang lebih baik untuk menghentikan energi penetrasi sebagai respons terhadap rasa sakit yang terkait dengan cedera,” ungkap mereka kemudian.

BACA JUGA  Benarkah Proses Vaksinasi Covid-19 Butuh 3,5 Tahun? Ini Penjelasannya

Fraktur penis sendiri merupakan kondisi klinis relatif tidak umum yang bisa menyebabkan rasa takut serta malu pada pasien dan menghambat fungsi seksual.



Source link

admpintas

Read Previous

[Breaking] Bmkg: Gempa Bumi M 5.3 Di Banda Aceh

Read Next

Anies Jadi Saksi Penikahan Najwa Shihab Sabtu Besok, Wagub Riza Tak Datang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *