Pasang Surut Anies Tangani Banjir Tahun 2020 dan 2021

Merdeka.com – Tahun 2020 merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain menjadi pucuk pimpinan penanganan Covid-19 di ibu kota, Anies berhasil menyabet penghargaan di bidang transportasi.

Januari 2020, curah hujan di Jakarta mencapai 377 mm per hari. Kondisi tersebut masuk dalam kategori tinggi jika merujuk data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosifisika (BMKG) tentang tiga kategori curah hujan yaitu; ringan 0-100 mm, 100-300 mm, 300-500 mm.

Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Muljono dengan Gubernur Jakarta Anies Baswedan bahkan saling silang pendapat mengenai penyebab banjir. Keduanya memantau langsung banjir di Jakarta (1/1/2020) menggunakan helikopter.

Basuki mengatakan banjir Jakarta bisa diatasi apabila Kali Ciliwung dinormalisasi. Basuki mengajak Anies duduk bersama untuk melakukan normalisasi Kali Ciliwung.

Sementara Anies menegaskan penyebab banjir Jakarta adalah tidak adanya pengendalian air yang masuk dari selatan ke Jakarta. Dia menyebut penyebab banjir tak selalu soal normalisasi sungai.

“Di sini (wilayah Kampung Pulo) memang sudah dilakukan normalisasi dan faktanya masih tetap terjadi banjir, karena itu memang dalam jangka panjang kita harus melihat penyelesaiannya secara lebih komprehensif,” ujar Anies.

Beban Anies menanggung bencana banjir ditambah dengan pandemi Covid-19 di Jakarta, sekaligus menjadi episentrum penularan.

Namun, getir yang dipikul Anies dan jajaran Pemprov DKI mendapat realita manis.

Jakarta berhasil keluar dari kota termacet di dunia. Anies menyampaikan keberhasilan ini di hadapan Presiden Joko Widodo di Istana Negara dalam perayaan hari pers nasional.

“Izinkan kami juga melaporkan bahwa Jakarta pada tahun 2020 keluar dari daftar 10 besar kota termacet di dunia. Biasanya kita ingin daftar 10 terbesar, kalau urusan kemacetan kita ingin keluar dari 10 besar,” ucap Anies yang dikutip melalui streaming Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (9/2).

BACA JUGA  Portland Trail Blazers dan Utah Jazz Petik Kemenangan

Mantan menteri era Jokowi-Jusuf Kalla itu merunut ranking kemacetan ibu kota sejak 2017 hingga 2020. Pada awal Anies menjabat, yaitu 2017 Jakarta berada di urutan 4 dunia dengan kota termacet, 2018 peringkat turun menjadi urutan ke-7. Pada 2019, kembali turun menjadi urutan 10. Dan, 2020 Jakarta di urutan ke-31.

Hasil index TomTom Traffic pada 2020, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Jakarta berada di urutan ke-31 dari total 416 kota yang diukur oleh lembaga tersebut.

Sementara itu, Pemprov DKI menjelaskan melalui akun instagram @dkijakarta, hasil penilaian tingkat kemacetan tahun 2020 kini berada di angka rata-rata 36 persen.

Bahkan, hasil tersebut berkurang bila dibandingkan tahun 2019, kemacetan di Ibu Kota mencapai 53 persen dan berada di peringkat 10 kota termacet.

Banjir 2021 Terkendali

Di awal tahun 2021, hingga 8 Februari kondisi yang tidak memberatkan masih memihak Anies. Wilayah banjir di Jakarta tidak meluas sebagaimana terjadi pada awal 2020.

Indikator klaim Anies bahwa banjir tahun 2021 terkendali berdasarkan jumlah RT terdampak. Dari 30.470 RT, jumlah RT yang terendam sebanyak 116 RT.

“Di Jakarta total ada 30.470 RT seluruh wilayah Jakarta. Alhamdulillah dalam musim penghujan dan beberapa waktu ini mayoritas terkendali dengan baik,” ujar Anies, Selasa (9/2).

Pasang surut kondisi Jakarta tetap ditanggapi sinis dari DPRD DKI. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah tidak sepakat dengan pengakuan Anies. Dia menilai, tidak tepat jika jumlah wilayah terdampak menjadi tolak ukur Anies menentukan keberhasilan pengendalian banjir.

“Jangan bangga karena banjir hanya beberapa titik, dan itu memang sudah langganan, jangan begitu, saya berharap Pemda tidak berpikir begitu,” kata Ida.

BACA JUGA  4 Sepatu Khusus Sepeda, Bikin Gowes Lebih Nyaman dan Efisien

Menurutnya, curah hujan di Jakarta tahun ini tidak tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Itu pula menjadi faktor titik-titik banjir berkurang, kecuali wilayah yang dilintasi sungai.

Politikus PDIP itu mengingatkan target Anies agar banjir segera surut dalam kurun 6 jam, dan melanjutkan program naturalisasi sungai.

“Bagaimana caranya sesuai dengan janji, maksimal (surut) 6 jam, dan kalau bisa kurang dari 6 jam,” ujarnya. [bal]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

5 Potret HeHa Ocean View, Spot Wisata Teranyar di Gunungkidul Jogja

Read Next

Infrastruktur Pengisian Daya Baterai Tentukan Suksesnya Mobil Listrik

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *