Penyekapan Putri Dubai, PBB Akan Bertanya ke Uni Emirat Arab : Okezone News

https: img.okezone.com content 2021 02 18 18 2363955 penyekapan-putri-dubai-pbb-akan-bertanya-ke-uni-emirat-arab-lRNQMouo3T.jpg

DUBAIPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan akan mengangkat isu penyekapan Putri Latifa, anak penguasa Dubai, dengan pemerintah Uni Emirat Arab.

Kantor komisioner PBB untuk hak asasi manusia mengatakan akan segera bertanya kepada pemerintah Uni Emirat Arab terkait Putri Latifa.

“Kami pasti akan mengangkat perkembangan baru ini dengan Uni Emirat Arab,” kata juru bicara Rupert Colville .

Unit lain dari badan HAM PBB dengan mandat terkait, kemungkinan juga akan terlibat dalam meneliti bahan baru,” terangnya.

Seorang juru bicara mengatakan gugus tugas PBB untuk penahanan arbiter, dapat melakukan investigasi bila video Putri Latifa dianalisis.

Seperti diketahui, Putri Latifa menuduh ayahnya menyekapnya di Dubai sejak ia mencoba melarikan diri pada 2018.

Ayah Laifa, Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah salah seorang kepala negara yang paling kaya di dunia, penguasa Dubai dan wakil presiden Uni Emirat Arab.

(Baca juga: Kasino Milik Trump Dihancurkan)

Dalam rekaman video yang diperoleh BBC, Putri Latifa mengatakan ia ketakutan.

Rekaman itu menimbulkan seruan agar PBB melakukan penyelidikan, sementara Inggris mengatakan video itu “sangat memprihatinkan.”

Hal ini juga membuat pemerintah Inggris prihatin. “Kami sangat prihatin,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab Rabu (17/2).

Ia menambahkan video itu menunjukkan “perempuan muda berada dalam kesulitan berat” dan bahwa Inggris akan mengamati perkembangan itu “secara seksama.”

(Baca juga: Biden: China Akan Terima Akibat dari Tindakan Pelanggaran HAM)

Perdana Menteri (PM) Boris Johnson mengatakan pemerintah “khawatir” namun akan “menunggu bagaimana (PBB) menanggapi isu” ini dengan penyelidikan.

Sebelumnya, pada 2019, salah seorang istri Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putri Haya pernah melarikan diri ke Inggris bersama dua anaknya.

  • Mengirim pesan rahasia melalui telepon seluler
BACA JUGA  Cover Lagu Lathi versi Luar Negeri, Mana yang Bahasa Jawanya Paling Fasih?

Putri Latifa yang mencoba melarikan diri dari negara itu pada 2018, mengirimkan pesan rahasia dalam video ke teman-temannya berisi tuduhan bahwa ayahnya “menyekapnya” dan ia ketakutan.

Dalam video yang diberikan kepada BBC Panorama, Putri Latifa Al Maktoum mengatakan para tentara membiusnya saat ia mencoba lari dengan kapal dan membawanya secara paksa kembali ke penyekapan.

Sejak itu pesan rahasianya terhenti. Rekan-rekannya mendesak PBB untuk campur tangan.

Dubai dan Uni Emirat Arab sebelumnya mengatakan ia aman bersama keluarganya.

Mantan utusan PBB untuk hak asasi manusia, Mary Robinson, sempat menggambarkan Latifa sebagai “perempuan muda yang bermasalah” setelah bertemu dengannya pada 2018.

Namun kini ia mengatakan ia “diperdaya” oleh keluarga Latifa.

Mantan presiden Irlandia tersebut menyerukan agar dunia ikut bertindak untuk mengetahui keberadaan dan kondisi Latifa.

“Saya tetap sangat khawatir terhadap Latifa. Kondisi berubah. Dan saya rasa ini harus diinvestigasi.”

Dalam video yang direkam dalam jangka waktu beberapa bulan di telepon seluler, terungkap bahwa Latifa diam-diam diberikan waktu satu tahun setelah ia ditangkap lagi dan kembali ke Dubai.

Ia merekam video itu di kamar mandi, sebagai satu-satunya tempat yang bisa dikunci.

Dalam pesannya itu ia mengatakan:

• Ia melawan tentara yang menariknya dari kapal dengan “menendang dan berjuang” dan menggigit salah satu tangan tentara sampai tentara menjerit

• Setelah dibius ia pingsan dan dibawa dengan pesawat pribadi dan tidak terbangun sampai mendarat di Dubai

• Ia disekap sendiri tanpa akses medis atau bantuan hukum di vila dengan jendela dan kamar ditutup dengan penjagaan polisi

Kisah penangkapan dan penyekapan Latifa diungkap kepada Panorama oleh teman dekat Latifa, Tiina Jauhiainen, sepupu Marcus Essabri dan pegiat David Haigh, yang membentuk gerakan Free Latifa, atau Bebaskan Latifa.

BACA JUGA  878 Babi di Palembang Mati Terserang Demam Afrika

Mereka mengatakan mereka mengambil keputusan sulit untuk mengeluarkan pesan-pesan itu karena khawatir atas keselamatan Latifa.

Mereka inilah yang dapat menjalin kontak dengan Latifa di tengah penyekapannya di vila di Dubai, dengan jendela berterali dan penjagaan polisi.

BBC Panorama secara independen memverifikasi rincian tempat Latifa disekap.

Sang ayah, Syekh Mohammed memiliki usaha balap kuda dan sering menghadiri acara besar termasuk Royal Ascot di Inggris, dan pernah berfoto dengan Ratu Elizabeth II.

Namun sang syekh sering menghadapi kritikan berat terkait perlakuan terhadap Putri Latifa dan ibu tirinya, Putri Haya Bint Al Hussain, yang lari ke London pada 2019 dengan dua anaknya.

Sumber: Okezone

admpintas

Read Previous

Cuaca Hari Ini 18 Februari 2021: Pekanbaru Berawan Siang Hari, Berawan Sore Hari

Read Next

Begini Cara Melindungi Diri Saat Menjadi Korban KDRT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *