Aturan PMN BUMN, Erick Thohir: Tidak Ada Lagi Lobi-Lobi Politik : Okezone Economy

https: img.okezone.com content 2021 03 02 320 2370772 aturan-pmn-bumn-erick-thohir-tidak-ada-lagi-lobi-lobi-politik-c3dDTqXA8L.jpeg

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) soal tata cara pengelolaan dan restrukturisasi Penyertaan Modal Negara (PMN). Permen tersebut akan diterbitkan pekan pertama Maret 2021. Dengan aturan ini, dia meyakini, tidak ada lobi-lobi politik dalam susuanan direksi dan komisaris BUMN.

“Jadi tidak ada lagi lobi-lobi individu ke titik, lalu kita Kementerian (BUMN) tahunya di ujung, bahwa ini ada titik-titik yang harus dijalankan, kita harus menghilangkan proses-proses yang tidak transparan, terutama antara penugasan dan harus dilakukan secara transparan,” ujarnya Selasa (2/3/2021).

Baca Juga:

Peraturan Menteri soal PMN berkaitan dengan pengolaan, restrukturisasi, dan aksi korporasi perseroan pelat merah. Beleid ini diyakini dapat memberikan transparansi dan akuntabilitas keuangan BUMN.

Bahkan, beleid itu juga mempermudah Kementerian terkait untuk memberi penugasan kepada BUMN. Termasuk lembaga audit keunagan seperi Badan Pengawasan Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat menjalankan tugasnya.

Baca Juga:

Ada tiga garis besar skema PMN yang nantinya diatur dalam aturan baru Erick Thohir. Dimana,

untuk pengelolaan PMN, dana segar itu akan diberikan pemerintah kepada perseroan untuk menjalankan programnya. Meski begitu, dana penugasan itu akan diawali dengan persetujuan Kementerian terkait yang berkoordinasi dengan Kementerian BUMN. Selanjutnya, Kementerian BUMN akan membahasnya bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Penugasan harus ditandatangani, penugasannya oleh Kementerian terkait yang menugaskan, lalau didiskusikan dengan Kementerian BUMN, lalau Kementerian BUMN duduk bersama dengan Kementerian Keuangan untuk menyepakati dari pada penugasan tersebut,” katanya.

Sementara skema penempatan PMN restrukturisasi akan diawali dengan pembahasan antara manajemen BUMN yang berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kemenkeu. Suntikan dana negara ini, dinilai perlu karena menyangkut program-program perseroan yang harus diperbaiki.

BACA JUGA  [Breaking] Bmkg: Gempa Bumi M 3.3 Di Kabupaten Seram Bagian Barat

“Kita ketahui bahwa banyak program yang harus diperbaiki yang selama ini juga menjadi beban daripada perusahaan BUMN yang menjalankan. Karena itu, PMN restruktirisasi pada lebih tingkat pembicaraan direksi, Kementerian BUMN, dan cukup dengan Kemenkeu saja,” tutur dia.

Sementara PMN aksi korporasi dibagi menjadi dua. Bila PMN aksi korporasi yang tidak menggunakan dana pemerintah, maka proses kontrol dan pengelolaan hanya dilakukan direksi BUMN dan Kementerian BUMN. Sebaliknya, bila PMN tersebut memerlukan dana dari pemerintah, maka anggaran akan dibahas Menteri Keuangan.

Sumber: Okezone

admpintas

Read Previous

Jepang Minta China Hentikan Tes Usap Anus Covid-19 terhadap Warganya

Read Next

Sempat Sandera Guru hingga Rampas HP Warga, Danton TNP OPM Tewas Tertembak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *