Komentari KLB Demokrat, Annisa Pohan: ‘Pemerkosaan’ Demokrasi Negara


Suara.com – Artis sekaligus istri Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yakni Annisa Pohan ikut mengomentari Kongres Luar Biasa atau KLB yang berlangsung di Hotel The Hill, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021)

Hal itu terlihat dalam unggahannya di Twitter. Di situ, dia membagikan pemberitaan tentang Partai Demokrat tebelah menjadi dua kubu.

Pemilik nama asli Annisa Larasati Pohan itu menuding sejumlah orang yang menghadiri KLB partai Demokrat merupakan mantan kader. Dia juga menyebut mereka sudah dicabut keanggotaannya.

Baca Juga:
Bentrok Sesama Kader Demokrat karena KLB, Warga dan Aparat Desa Jadi Korban

Secara blak-blakan dia menyebut KLB tersebut dengan hastag #kongresbodong.

“Kok terbelah dua? Wong yang datang ke kongres semua sudah bukan anggota sah. Seluruh kader solid di satu komando,” kata Annisa Pohan.

Unggahan Annisa Pohan [Twitter/@AnnisaPohan]

“Boleh di cek itu siapa aja yang hadir di #kongresbodong semua berpura-pura menjadi DPC atau DPD. Melanggar hukum itu pura-pura punya jabatan dan suara padahal palsu,” sambungnya lagi.

Menurut perempuan 39 tahun ini, KLB yang berlangsung di Deli Sedang merupakan masalah serius. Tak hanya menghadirkan suara palsu, dia menganalogikan sebagai sebuah “Pemerkosaan”.

“Ini bukan hanya permasalahan sebuah partai dirampok tapi masalah Iebih besar lagi “Pemerkosaan” Demokrasi suatu negara,” sambungnya.

Baca Juga:
Dihadiri Para Mantan Kader, DPD Partai Demokrat Sumsel Tolak KLB

Tak berhanti di situ, di cuitan selanjutnya Annisa Pohong merepost pemberitaan tentang kader-kader bodong yang terancam dipenjara.



Source link

BACA JUGA  Jabat Ketum Demokrat, AHY Bakal Safari Politik Temui Airlangga Besok

admpintas

Read Previous

Narman dan Terobosan Online Kerajinan Baduy: Pernah Ditegur Ketua Kampung

Read Next

Sirkuit Algarve, Portimao, Masuk Kalender Formula 1

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *