Kejagung Akan Lelang Aset Sitaan Asabri dan Jiwasraya: Pemeliharaan Mahal

Suara.com – Kejaksaan Agung berencana melelang aset sitaan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada asuransi Asabri maupun Jiwasraya karena mahalnya biaya pemeliharaan.

“Asabri maupun Jiwasraya karena pemeliharaannya terlalu tinggi kami mau coba lelang,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono di Gedung Bundar Japidsus, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Ali mengatakan berdasarkan Pasal 45 KUHP aset sitaan boleh dilelang sebelum ada putusan dari pengadilan. Alasan lelang karena biaya penyimpanan terlalu tinggi.

Rencana melelang aset sitaan Asabri dan Jiwasraya telah dikoordinasikan oleh Jampidsus dengan Kapus Pemeliharaan Aset.

Baca Juga:
Kejagung Limpahkan Berkas Sembilan Tersangka Kasus Asabri ke JPU

“Baru koordinasi dengan Pak Kapus, karena ini tugasnya beliau Kapus pemeliharaan aset,” ujar Ali.

Penyidik Jampidsus Kejagung telah menyita sejumlah aset milik para tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asabri dan Jiwasraya. Aset-aset tersebut mulai dari kendaraan mewah, armada bus, kapal, tanah, hingga tambang.

“Kami coba lah yang bisa dilelang, dilelang. Yang dilaporkan tadi perkembangan ke saya beberapa bus yang ada di Solo kemudian beberapa mobil yang ada di Jakarta. Kemudian yang baru dilakukan perhitungan kapal,” kata Ali.

Dengan lelang ini, lanjut Ali, barang bukti kejahatan dugaan tindak pidana korupsi di Asabri maupun Jiwasraya sudah berupa uang tidak lagi barang.

“Iya kan bisa, karena biaya penyimpanan ya terlalu tinggi lekas rusak boleh dilelang sebelum ada ada putusan,” ujar Ali.

Baca Juga:
Sesjamdatun Dijatuhi Sanksi Disiplin Berat, Diduga Karena Kasus Ini

Hingga kini nominal sementara nilai aset sitaan yang telah disita dari para tersangka mencapai Rp10,5 triliun.



Source link

BACA JUGA  Cara Unik Wanita Masuk Mobil Tanpa Buka Pintu, Skill Tingkat Dewa!

admpintas

Read Previous

Rafael Nadal ke Perempat Final Madrid Open untuk ke-15 Kalinya

Read Next

Ingin Perut Sehat Saat Lebaran? Dokter Sarankan Kurangi Santan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *