Polda Jabar Putar Balik Ribuan Kendaraan Selama Musim Mudik Lebaran 2021

Merdeka.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) memutarbalikkan 204 ribu kendaraan dari total 457 ribu kendaraan yang yang diperiksa saat penyekatan mudik Lebaran 2021. Sedangkan saat arus balik, ada 92 ribu kendaraan diperiksa yang 27 ribu kendaraan di antaranya diputarbalik.

Data arus mudik itu didapatkan dari akumulasi hasil penyekatan dan pemeriksaan pada 6 sampai 14 Mei 2021. Rinciannya, kendaraan roda dua sebanyak 141 ribu, kendaraan roda empat pribadi sebanyak 53 ribu, kendaraan roda empat penumpang 6 ribu unit dan kendaraan roda empat barang 3 ribu unit. Lalu, ada 173 kendaraan travel gelap.

Di periode itu pun dilaksanakan rapid test terhadap 2.883 orang. Dari jumlah itu, 16 orang terkonfirmasi positif.

Sedangkan saat data penyekatan arus balik pada 15 sampai 17 Mei 2021 siang, total kendaraan yang diperiksa ada 92 ribu. Dari jumlah itu, 27 ribu kendaraan diputarbalik.

Rinciannya, kendaraan roda dua ada sebanyak 10 ribu kendaraan, kendaraan roda empat milik pribadi ada sekira 15 ribu kendaraan, kendaraan roda empat berpenumpang 1.272 unit, kendaraan roda empat barang 1.126 unit.

“Kami juga melaksanakan rapid test (antigen) kepada 8.539 orang. yang positif 16 Orang,” ucap Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djuanedi, melalui KBO Ditlantas Polda Jabar, AKBP Bayu Catur Prabowo, Senin (17/5).

Di sisi lain, sejumlah tempat wisata di wilayah Jawa Barat ditutup sementara akibat kunjungan yang membludak. Kebijakan itu akan ditarik kembali jika komitmen protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik.

Diketahui, penutupan tempat wisata diberlakukan di Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran, dan wilayah Pacira; Pantai Santolo dan Rancabuaya Kabupaten Garut serta Objek Wisata Palabuanratu dan Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA  Polda Riau Tangkap Kembali 19 Tahanan Asimilasi yang Berulah

Di Kabupaten Bandung penutupan sementara tempat wisata dilakukan oleh Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna di Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali.

Saat ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat melakukan pemantauan ke seluruh wilayah sekaligus berkoordinasi intens dengan Pemerintah kabupaten kota untuk menekan angka Covid-19 di destinasi wisata disaat liburan Idul Fitri 1442 H.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik mengatakan penutupan tempat wisata bisa kembali dibuka untuk masyarakat asalkan mematuhi penuh peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Beberapa upayanya adalah memangkas kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dan melaksanakan rapid tes antigen. Jika masih ada tempat wisata di Jawa Barat yang masih abai melaksanakan protokol kesehatan, akan ada sanksi tegas dengan prosedur dan tahapan. Dimulai teguran lisan atau tertulis, hingga penutupan.

“Yang penting prokes dan kapasitas (pengunjung) harus dijaga. Jangan sampai ada pergeseran dari zona kuning ke zona merah,” ujar Dedi. [cob]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Lebaran di Penjara, Askara Parasady Harsono Dijenguk Nindy Ayunda?

Read Next

Polri Klaim 1.864 Kasus Diselesaikan dengan Restorative Justice

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *