Tantangan di Sektor Ketenagakerjaan Menuju Indonesia Maju 2045

Merdeka.com – Pemerintah Jokowi – Ma’ruf masih memiliki sejumlah tantangan ketenagakerjaan untuk menuju visi Indonesia maju pada 2045. Utamanya dengan adanya bonus demografi, atau melimpahnya sumber daya manusia usia produktif dibandingkan dengan negara-negara lain.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, IIzza Mahrufah menekankan, bonus demografi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama sejak di bangku pendidikan. Jika tidak maka, hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM Indonesia.

“Saat ini jumlah penduduk usia produktif yang tergolong angkatan kerja di Indonesia sebanyak 138 juta orang. Sayangnya, kondisi daya saing SDM kita masih terhitung rendah dibanding negara-negara tetangga,” kata pakar ekonomi sumber daya manusia itu, Minggu (20/6).

Menurut Izza, rendahnya daya saing sumber daya manusia dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menunjukkan rendahnya kualitas pendidikan tenaga kerja Indonesia. Khususnya pada tataran pendidikan dasar dan menengah.

“Karena itulah, tenaga kerja kita perlu didorong agar tak hanya mencari pekerjaan dengan pendidikan yang diperoleh tapi juga mampu membuka peluang bekerja maupun berwirausaha, terutama saat ekonomi mulai pulih pascapandemi tahun depan,” jelas dia.

Di sisi lain, Doktor Ekonomi dari Universitas Diponegoro ini juga menyambut baik program ‘Merdeka Belajar, Kampus Merdeka’ yang diluncurkan pemerintah. Menurutnya ini akam membuka jalan untuk mengejar ketertinggalan itu.

“Dunia pendidikan bergerak dari yang selama ini hanya dicap cenderung mengajarkan teori. Pertama, adanya program magang dan kewirausahaan yang mengirimkan mahasiswa ke dunia industri memberi masukan pada kampus, seperti apa sebenarnya tenaga kerja yang dibutuhkan pasar?” kata Izza.

Kedua, tak hanya mahasiswa, dosen pun harus bergerak keluar, misalnya dengan menjalani ‘Sabbatical Leave’, yakni cuti mengajar selama 3-6 bulan dan menjalani magang di perusahaan, untuk melihat langsung seperti apa kebutuhan pasar kerja. Ketiga, dosen praktisi dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bisa masuk ke kampus, memberikan pelajaran langsung kepada mahasiswa melalui simulasi dan studi kasus. [azz]

BACA JUGA  Menko Airlangga: Percepatan Vaksinasi dan PPKM Jadi Kunci Pengendalian Covid-19 : Okezone Economy

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Timbulkan Kerumunan, Polisi Bubarkan Acara Exhibition Game Card di Penjaringan : Okezone Megapolitan

Read Next

Khawatir Sepi dan Ganggu Ekonomi, Pengusaha Mal Minta Protokol Kesehatan Diperketat : Okezone Economy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *