Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Tembus 2.000 Orang Sehari

Merdeka.com – Penambahan kasus positif harian Covid-19 di Kalimantan Timur mencapai rekor 2.106 hari ini. Penambahan itu mengerek angka kasus positif aktif menjadi 19.613 kasus.

Penambahan tertinggi kasus positif dari Balikpapan 505 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan menjadi 26.704 kasus.

“Sedangkan untuk total kasus konfirmasi positif di Kalimantan Timur hari ini mencapai 105.168 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak, Sabtu (24/7).

Angka kasus pasien sembuh hari ini mencapai 858 kasus, dan total kasus sembuh mencapai 82.730 kasus. “Sedangkan untuk angka kematian menjadi 2.825 kasus hari ini setelah bertambah 71 kasus meninggal baru,” ujar Andi.

Dengan demikian, lanjut Andi, angka kasus positif aktif atau pasien berstatus perawatan di Kalimantan Timur saat ini ada 19.613 kasus. Kota Balikpapan masih tertinggi dengan 6.556 kasus. “Ada 1.741 orang yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” terang Andi.

Di kabupaten Kutai Kartanegara di mana per hari ini memiliki 3.287 kasus positif aktif, fasilias kesehatan sudah kewalahan menampung pasien kasus Covid-19. Dinas Kesehatan menyiasati dengan menjadikan gedung pertemuan Putri Karang Melenu (PKM) sebagai pusat karantina.

“Di Karang Melenu, menerima pasien-pasien seperti isoman transit yang tidak tertampung di IGD rumah sakit dan kita bantu oksigen. Kita siapkan tenaga dan peralatan. Karena pasien isoman ini tidak mudah untuk dijaga,” kata Kadinkes Kutai Kartanegara dr Martina Yulianti, melalui penjelasan virtual dia sore ini.

Martina merinci, di antaranya saat ini di RSUD AM Parikesit misalnya merawat 300-an pasien Covid-19 dan pusat karantina Wisma Atlit terisi 200-an orang pasien. Belum termasuk RSUD di Samboja dan di kecamatan Kota Bangun.

BACA JUGA  Infeksi Virus Corona Biasa Bisa Bentuk Antibodi Covid-19, Mitos atau Fakta

“Di Karang Melenu memang pelayanan tidak sebaik di RSUD Parikesit karena untuk sementara menampung pasien, supaya tidak menolak pasien. Semua upaya dilakukan tapi akan menjadi bertolak belakang apabila seluruh masyarakat tidak berperan aktif memutus mata rantai penularan Covid-19. Semua faskes tidak akan pernah cukup,” pungkas Martina. [bal]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Read Next

Pernikahan Ditunda, Rizky Billar dan Lesti Kejora Belum Menentukan Tanggal Penggantinya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.