Moeldoko Layangkan Somasi Kedua ke ICW Terkait Tudingan Ikut Rente Bisnis Ivermectin

Merdeka.com – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko melalui pengacaranya, Otto Hasibuan menyampaikan jika akan memberikan waktu tambahan bagi Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam membuktikan tuduhannya terkait bisnis obat Ivermectin dan ekspor beras.

“Pak moeldoko mengatakan kita berikan lagi kesempatan yang luas bagi ICW. Kita berikan lagi kepada mereka untuk punya waktu,” kata Otto saat jumpa pers secara virtual, Kamis (5/8).

Padahal, kata Otto, pihaknya sudah beberapa hari lalu melayangkan surat somasi pertama kepada ICW namun tak kunjung ada balasan. Sehingga dengan perpanjangan waktu ini dia menantang pihak ICW untuk segera membuktikan tuduhan-tuduhan tersebut.

“Pertama kapan dimana Pak Moeldoko, terlibat mendapatkan keuntungan dalam peredaran ivermectin, kalau ada keuntungan yang didapatkan siapa yang berikan rente, sehingga dia diberikan untung atas peredaran tersebut,” ujar Otto.

Termasuk tuduhan kedua, Otto juga menantang tudingan ICw terkait keterlibatan Moeldoko dengan PT NoorPay dalam ekspor beras, yang diduga kliennya meraup keuntungan.

“Inilah yang kami mintakan kepada ICW sebenarnya tidak sulit bagi ICW,” ujarmya.

Kirim Surat Somasi Kedua

Lebih lanjut, Otto juga akan mengirim surat somasi kedua kepada ICW atas permintaan kliennya yang tidak langsung membawa tudingan tersebut ke pihak berwajib.

“Besok kami akan kirim lagi somasi kedua kepada saudara Egi (peneliti ICW, Egi Primayogha) dan kawannya,” ujar Otto.

Sementara, kata dia, apabila ICW berhasil membuktikan keterlibatan sebagaimana tuduhan terkait penjualan obat dan ekspor beras tersebut. Moeldoko menyatakan siap bertanggung jawab atas hal tersebut

“Kalau ICW bisa memberikan bukti tentang keterlibatan pak Moeldoko, dengan ini saya menyatakan tegas pak Moeldoko siap bertanggung jawab baik secara moral maupun hukum,” lanjutnya.

BACA JUGA  Survei: Mayoritas Elite Percaya Jokowi Mampu Tangani Covid-19

Tetapi, apabila ICW tidak bisa membuktikan tuduhan tersebut dan mengabaikan somasi yang dilayangkan dalam waktu 3×24 Jam. Otto menegaskan akan menindaklanjuti tuduhan dengan membuat laporan kepada polisi sebagai upaya terakhir.

“Tetapi umpamanya ICW tidak bisa membuktikan tuduhan, pak Moeldoko tidak membawa ke polisi. Tetapi, kita minta mereka mencabut tuduhan-tuduhan tersebut,” ucap Otto.

“Tidak langsung juga kita laporkan. Kalau umpamanya dia sudah tidak bisa membuktikan, tetapi tak mau mencabut dan meminta maaf, tentunya klien kami akan mempertimbangkan langkah selanjutnya,” sambung dia.

Otto menegaskan sampai saat ini pihaknya belum menerima jawaban dari ICW. Dalam hal ini ia membantah pernyataan Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur.

Sebelumnya, Moeldoko melalui Otto resmi melayangkan somasi atau teguran tertulis per Senin (2/8) sore. Surat somasi dilayangkan ke kantor ICW yang beralamat di Jalan Kalibata Timur IV/D No.6, Jakarta Selatan.

Dalam surat somasi itu, Moeldoko menilai ICW telah menyampaikan tuduhan yang tidak bertanggung jawab serta melakukan fitnah dan pencemaran nama baik melalui agenda daring ‘Berburu Rente di Tengah Krisis: Siapa di Balik Distribusi Ivermectin’.

Ia membantah semua tudingan ICW terkait keterlibatan dirinya dalam distribusi Ivermectin dan ekspor beras. Dalam suratnya, Moeldoko meminta ICW memberikan penjelasan lengkap mengenai dua topik tersebut. [rhm]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Jarang Diketahui Publik, Intip Deretan Potret Ganteng Adik Wulan Guritno

Read Next

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *