Wapres Beberkan Penyebab Jakarta Belum Turun Level PPKM dari 3 ke 2

Merdeka.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjelaskan alasan DKI Jakarta belum turun level PPKM dari 3 ke 2. Penyebabnya karena daerah wilayah aglomerasi seperti Tangerang Raya di Provinsi Banten, Depok, Bogor, dan Bekasi di Provinsi Jawa Barat belum mencapai target vaksinasi.

“Tapi ketentuan kita dari level 3 ke 2 itu harus tervaksin 50 persen, dari 2 ke 1 itu harus sudah divaksin 70 persen. Jakarta sudah di atas tapi belum diturunkan, masih level 3 ya, karena sekitarnya belum,” katanya usai meninjau vaksinasi di Ponpes An-Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Kamis(16/9).

Hingga sekarang, kata Maruf, percepatan vaksinasi terus dilakukan di wilayah aglomerasi yang mengalami kesenjangan vaksinasi.

“Oleh karena itu sekarang percepatan menuju kepada percepatan di sekitar daerah aglomerasi. sebentar lagi saya kira ya,” ungkapnya

Pemerintah menambah indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan level PPKM dari level 3 menuju 2 dan 1 di Jawa-Bali. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan menjelaskan sebagai syarat tambahan bisa turun ke level 3 menuju level 2 yaitu cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 50% dan cakupan vaksinasi lansia mencapai 40%.

“Cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 50% dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40%, sebagai syarat tambahan untuk bisa turun dari level 3 ke level 2,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin(13/9).

Sementara, untuk syarat daerah bisa turun dari level 2 ke level 1 yaitu cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 70% dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60%. Kemudian untuk kota-kota yang saat ini berada pada level 2, akan diberikan waktu selama 2 minggu untuk dapat mengejar target pada poin satu tersebut.

“Jika tidak bisa dicapai maka akan dinaikkan statusnya ke level 3,” bebernya.

BACA JUGA  Penampakan Lapangan Latih Jakarta International Stadium Usai Diresmikan

Dia menjelaskan pencapaian target cakupan vaksinasi tersebut penting. Hal tersebut lantaran terbukti vaksin melindungi dari sakit parah yang membutuhkan perawatan Rumah Sakit atau kematian terutama untuk para lansia.

“Target vaksinasi yang tinggi sebagaimana disebutkan di atas, adalah salah satu kunci utama dalam fase Hidup Bersama Covid19,” pungkasnya. [ray]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Simak 4 Tips Ini, Menabung Jadi Lebih Asyik dan Mudah! : Okezone Economy

Read Next

Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa Dapat Pinjaman Rp256 Miliar : Okezone Economy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *