5 Gejala Long Covid Paling Sering Terjadi, Kelelahan Jadi Juaranya : Okezone Lifestyle

https: img.okezone.com content 2021 11 27 612 2508279 5-gejala-long-covid-paling-sering-terjadi-kelelahan-jadi-juaranya-9reGF87pOI.jpg

LONG Covid memang menjadi salah satu masalah yang belum ditemukan penyebabnya. Banyak penyitas Covid-19 yang masih mengalami gejala layaknya sakit Covid-19 meskipun mereka telah sembuh dan dinyatakan negatif.

Bahkan, Long Covid bisa terjadi lebih lama dari Covid-19 itu sendiri. Salah satu Long Covid yang paling sering terjadi adalah fatigue atau kelelahan. Ini termasuk dalam masalah Long Covid-19.

Long Covid-19 atau Post-Covid-19 Syndrome sendiri adalah kumpulan gejala, tanda, dan parameter klinis yang masih dirasakan pasien lebih dari 2 minggu sesudah terpapar Covid-19. Artinya, gejala tidak membaik seperti sebelum sakit.

Menurut data RS Pondok Indah, ada 5 gejala Long Covid-19 yang sering dialami penyintas, yaitu:

1. Kelelahan atau fatigue (58%)

2. Sakit kepala (44%)

3. Gangguan fokus (27%)

4. Rambut rontok (25%)

5. Sesak napas (24%)

“Ada gejala lain dari Long Covid-19 seperti batuk, perasaan tidak nyaman di dada, gangguan kardiovaskular seperti aritmia atau miokarditis, masalah neurologis seperti demensia, depresi, gangguan kecemasan, attention disorder, atau obsessive compulsive disorders,” terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr Hikmat Pramukti, Sp.PD, dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Sabtu (27/11/2021).

Dari data di atas, diketahui bahwa kelelahan sebagai gejala Long Covid-19 paling banyak dilaporkan. Beberapa studi menyatakan keluhan ini masih dirasakan penyintas bahkan setelah 100 hari sejak terpapar Covid-19.

Pada pasien yang sempat mengalami kondisi gangguan paru berat saat terkena Covid-19, kata dr Hikmat, seperti acute respiratory distress syndrome (ARDS), dua pertiga dari mereka merasakan keluhan fatigue yang signifikan setelah setahun terkena Covid-19.

“Keluhan yang dirasakan sangat mirip dengan sindroma chronic fatigue atau kelelahan kronis, yakni terdiri dari kelelahan yang menjadikan tubuh tidak berdaya, nyeri, mengalami disabilitas neurokognitif, gangguan tidur, gejala disfungsi otonom, serta perburukan kondisi fisik dan kognitif,” terangnya.

BACA JUGA  Rasio Kredit Bermasalah Sektor Perdagangan Paling Tinggi : Okezone Economy

(mrt)

Sumber: Okezone

admpintas

Read Previous

Resepsi Pernikahan Vanessa Angel di Bali Ternyata Ditanggung Sang Mertua

Read Next

Tersangka Kasus Mafia Tanah Laporkan Kakak Nirina Zubir Terkait Dugaan Penyekapan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *