Cium Santri, Pimpinan Ponpes di Pinrang Jadi Tersangka

Merdeka.com – Pimpinan sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Pinrang berinisial SM ditetapkan tersangka setelah dilaporkan melakukan tindak pencabulan terhadap santriwatinya. Penetapan tersangka setelah Kepolisian Resor Pinrang menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pinrang, Ajun Komisaris Deki Marizaldi mengatakan, pihaknya telah menetapkan SM sebagai tersangka. Dia mengaku, sudah melakukan gelar perkara terhadap laporan santri.

“Penetapan tersangka setelah gelar perkara ditemukan bukti awal dugaan tindak pencabulan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (10/11).

Dia mengungkapkan, SM mangkir dari panggilan pemeriksaan pertama pada Senin (8/11) kemarin. Deki mengaku SM mangkir dari pemeriksaan karena alasan sedang sakit.

“Kita lakukan panggilan pemeriksaan kedua pada hari Kamis (11/11). Sampai saat ini tersangka belum kami tahan karena sedang sakit,” tuturnya.

Deki menambahkan, SM melakukan dugaan tindak pencabulan dengan mencium santrinya. Tidak terima dicium, korban melaporkan hal tersebut ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pinrang.

“Korban mengaku dicium dijidat, pipi dan bibir. Pengakuan tersangka tindakan itu sebagai bentuk kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang ustaz di Kabupaten Pinrang berinisial SM dilaporkan ke polisi setelah diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap salah satu santrinya yang masih di bawah umur. Diduga aksi pencabulan dilakukan SM terhadap santrinya di wilayah pondok pesantren.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pinrang, Ajun Komisaris Deki Marizaldi membenarkan terkait laporan dugaan tindak pidana pencabulan dilakukan SM terhadap seorang santriwatinya. Deki menyebut SM merupakan salah satu pimpinan Ponpes di Kabupaten Pinrang.

“Iya, laporannya masuk tanggal 22 Oktober 2021. Diduga tindakan pencabulan dilakukan oleh SM terjadi pada September 2021,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (1/11).

BACA JUGA  Siswa Miskin Tak Ada Kuota Belajar jadi Rapor Merah Setahun Menteri Nadiem

Berdasarkan hasil penyelidikan, diduga tindakan pencabulan tersebut dilakukan SM di Ponpes yang dipimpinannya di wilayah Kecamatan Watang Sawitto. Kini, kasus tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan.

“Status kasusnya sudah penyidikan sejak hari ini,” bebernya.

Meski telah menaikkan statusnya menjadi penyidikan, Polres Pinrang belum menetapkan SM sebagai tersangka. Deki mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan penetapan tersangka. [fik]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Penyalin Cahaya Borong 14 Piala, Berikut Daftar Lengkap Pemenang FFI 2021 : Okezone Celebrity

Read Next

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *