Kepada Penyidik, Predator Anak di Jagakarsa Ngaku Kecanduan Cabuli Bocah

Merdeka.com – Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah mengungkap FM pernah menjadi korban pencabulan. Peristiwa kelam di masa lalu itu yang membuatnya nekat mencabuli 14 bocah di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Ya, tadi sempat disampaikan bahwa dia katanya pernah menjadi korban,” kata Aziz saat jumpa pers, di kantornya, Rabu (17/11).

Korban aksi cabul FM mulai bocah usia 4 tahun hingga yang menjelang remaja, 14 tahun yang masih duduk di tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Sehingga dia menjadi kecanduan untuk berikutnya, kemudian melampiaskan kepada anak-anak kecil di sekitarnya,” katanya.

Saat ini, penyidik sedang menelusuri kemungkinan adanya korban lain.

“Keterangan dari hasil pemeriksaan sementara menyebutkan demikian (trauma), namun saat ini kami tidak fokus terhadap apa yang dialami pelaku,” ujarnya.

“Kami fokus terhadap perbuatan yang dilakukan kepada anak-anak tersebut. Kami dalami keterangan itu, nanti akan didalami dalam rehabilitasi. Dalam proses penyidikan kami memperdalam perbuatan pelaku,” tambahnya.

Maka guna memulihkan korban, Aziz mengatakan pihaknya melalui Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jakarta Selatan.

“Kita secara rutin kalau sudah oenanganan seperti ini terutama unit PPA. Kita selalu mengajak intansi lain. Seperti P2TP2A (cek lagi) Rutin hadir disini,” tuturnya.

Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan akhirnya menetapkan FM seorang pria
pelaku pelecehan seksual terhadap anak sebagai tersangka. Dimana atas aksi bejatnya tersebut, FM pun warga Lenteng Agung Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Untuk korban yaitu anak anak yang dimaksud korban adalah korban perbuatan cabul pelaku tadi yaitu berjenis laki laki sebanyak 14 anak,” kata Aziz kepada wartawan, Rabu (17/11).

Adapun, Aziz menyebut jika ke-14 anak korban tindakan cabul FM, berusia sekitar 7 sampai 14 tahun yang masih duduk di jejang pendidikan Sekolah Dasar (SD)

BACA JUGA  Okezone Muslim Jadwal Imsak Hari Ini 27 Aug 2020

“Mereka antara pelaku dan korban bertempat tinggal disatu area lingkungan sosial,” katanya.

Disisi lain, Aziz mengatakan modus pelaku hingga bisa melecehkan para korban ini, yaitu dengan diming-iming voucher game yang kebetulan antara pelaku dan para korban sama-sama bermain game tersebut.

“Sudah disampaikan tadi korban dan pelaku bertemu saat bermain game online kemudian modus atau cara dengan meraba atau memegang kemaluan, melakukan oral seks,” tuturnya.

“Membujuk anak-anak dengan memberikan uang dan top up game gratis dan sharing game grstis voucher game online,” tambahnya.

Disisi lain, Aziz juga mengungkap jika pelaku ternyata sering dengan sengaja memberikan tontonan video-video porno sesama jenis kepada para korban.

“Beberapa kali atau sering pelaku juga mengajak para korban untuk melihat video porno aktivitas sodomi kepada para korban,” sebutnya.

Atas perbuatannya, polisi pun mempersangkakan pelaku debgan Pasal 76 huruf E jo. Pasal 82 UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. [rhm]

Sumber: Merdeka

admpintas

Read Previous

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Read Next

Terdepak dari DC, Karier Jared Leto Moncer Bersama Marvel : Okezone Celebrity

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.