Vinkmag ad

Kubu Bechi Protes Saksi Kunci Tidak Dihadirkan di Persidangan

Merdeka.com – Kubu Moch Subechi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi memprotes jaksa dan hakim yang dianggapnya tidak mau menghadirkan satu saksi kunci dalam dakwaan. Saksi ini disebut-sebut sebagai orang yang mengetahui motif terkait dengan kasus yang menjerat Mas Bechi itu.

Protes ini disampaikan oleh Ketua Tim Pengacara MSAT, Gede Pasek Suardika atau akrab disapa GPS. Dia menyatakan, sejak awal pihaknya sudah meminta pada jaksa dan hakim agar menghadirkan satu saksi yang ada dalam dakwaan. Satu saksi ini, disebutnya mengetahui persis soal adanya dugaan rekayasa kasus yang menjerat kliennya itu.

“Kami kecewa sejak awal hadir, saksi yang di balik semua kasus ini untuk mengungkap motif sudah dipanggil JPU, tapi tidak mau hadir dengan tiga alasan. Ada hubungan keluarga, sakit dan karena dia juga membuat laporan polisi 2021 yang tidak ada kaitannya dengan kasus ini,” kata Gede Pasek, Surabaya, Kamis (22/9).

GPS menjelaskan, mengapa dia memprotes kebijakan jaksa yang tidakak mau menghadirkan saksi kunci itu, karena saksi tersebut dianggap bisa membuka motif kasus dugaan pencabulan MSAT yang disebut hanya rekayasa.

BACA JUGA:
Kijang Terbakar di Depan SPBU, Ditemukan 18 Jerikan Berisi SolarSejoli Minta Maaf Usai Cari Sensasi Mesum di Mobil sambil Berpakaian Adat Bali

“Kita ingin buka motifnya, karena saksi ini ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hakim dan JPU sepakat tidak menghadirkan,” imbuhnya.

Keberatan tidak hadirnya satu saksi JPU itu, tambahnya, sudah diajukan secara lisan pada hari ini. Selanjutnya, GPS memastikan akan mengajukan keberatan secara tertulis.

“Bahwa persidangan ini tidak fokus mencari kebenaran materil tapi udah muncul upaya menutupi oknum tertentu agar tidak terungkap motifnya. Karena hakim dan JPU sama-sama tidak mau hadirkan saksi itu padahal ada dalam BAP,” tuturnya.

BACA JUGA  Viral Dokter Berbikini Selamatkan Nyawa, Protes Seksisme di Kedokteran

Selain masalah itu, pada kesaksian empat orang yang dihadirkan pada sidang kali ini, terungkap bahwa ada yang tidak beres dalam masalah saksi kali ini.

BACA JUGA:
Gara-Gara Uang, Mobil Milik Bandar Arisan Dirampas dan Rumah DijarahBlangko e-KTP Menipis Imbas Pemohon Membludak, Disdukcapil Tangerang Terbitkan Suket

“Yang menarik adalah kesaksian itu ditambahkan. Sebelum bersaksi, dia (salah satu saksi) didekati saksi yang lain untuk memihak ke sana (korban) dan dijamin akan bisa dilindungi LPSK. Tidak hanya itu, dalam sidang juga dibuka percakapannya, yang bersangkutan (saksi) disebutkan dan cerita bisa mengatur dengan Kejari (Jombang) untuk tidak memanggil saksi walau ada dalam dakwaan. Faktanya memang saksi ini tidak mau dipanggil JPU walau ada dalam dakwaan,” beber GPS.

GPS merasa, ada rekayasa struktural dalam hal tersebut. Meski begitu, Gede menyatakan pihaknya cukup diuntungkan lantaran ada saksi juga yang menyebut korban pernah berhubungan intim dengan orang lain.

“Saksi bilang (bersaksi), ada bukti autentiknya, dilihat oleh hakim, JPU, dan kami (penasihat hukum), ada juga pengakuan dari yang diajak berhubungan dan teman baik korban juga. Kami berpijak pada kesaksian, ke empat saksi itu tadi sudah meratakan semua dakwaan JPU,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Tengku Firdaus Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang, membenarkan terkait tidak hadirnya satu saksi dalam surat dakwaan. Ia menyebut, pihaknya sudah melakukan pemanggilan, tapi saksi menolak dan mengundurkan diri.

BACA JUGA:
Mesum di Mobil, Sejoli Berpakaian Adat Bali Mengaku Cari SensasiKenaikan Tarif Terlalu Tinggi, Sopir Taksi Online Protes ke Dishub Sulsel

“Kita sudah panggil yang bersangkutan tapi yang bersangkutan menyampaikan tidak bersedia hadir karena yang pertama memang punya hubungan darah, yang kedua tidak bisa hadir karena alasan kesehatan. Dasarnya Pasal 168 KUHAP,” ungkapnya.

BACA JUGA  MU Ditahan Imbang Southampton, Solskjaer: Kami Gak Pantas Menang!

[cob]

Sumber: Merdeka

Vinkmag ad

Read Previous

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Read Next

Alasan Kenapa Makanan Warteg Murah, Ternyata Gegara Ini! : Okezone Economy