Vinkmag ad

Rawan Tumbang di Musim Hujan, 6.916 Pohon di Jakarta Dicek Kesehatan

Merdeka.com – Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, melakukan penebangan pohon tua pada bagian-bagian yang dianggap berbahaya atau biasa disebut penopingan. Penopingan dilakukan pada lima wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (12/11), sebagai upaya mengantisipasi pohon tumbang di musim penghujan.

Kepala Distamhut DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan, prosedur pengelolaan pohon sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta, Nomor 24 Tahun 2022 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon. Prioritas utama pemangkasan terletak pada lokasi jalur hijau, atau pohon-pohon yang berada di sisi tepian maupun median jalan.

“Pada kejadian hujan lebat dan banyak terjadi pohon tumbang dan berbahaya, kami lakukan berbagai upaya pencegahan yaitu pemangkasan pohon apabila sudah rindang dan lebat, penopingan pohon apabila pohon sudah terlalu tinggi, dan penebangan pohon apabila pohon sudah mati dan keropos dengan tingkat pelapukan pohon lebih dari 30 persen serta pohon tersebut miring lebih dari 30° (derajat),” kata Suzi dalam keterangannya, Sabtu (12/11).

Lebih lanjut, Suzi menjelaskan, pohon-pohon di DKI Jakarta secara rutin dilakukan pengecekan kondisi kesehatannya mulai dari perakaran, kondisi batang, kemiringan, sampai dengan kondisi tajuk.

BACA JUGA:
Hujan Deras, Seorang Pemotor di Malang Tewas Tertimpa PohonKronologi 5 Anggota Polisi Tertimpa Pohon Tumbang di Balai Kota Jakarta

“Pada tahun ini sampai dengan bulan Oktober 2022, sejumlah 6.916 pohon telah dilakukan pengecekan kesehatannya. Hal ini secara reguler dilakuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon-pohon yang ada, khususnya yang berlokasi di jalur hijau,” sebutnya.

Kegiatan penopingan dilakukan di beberapa ruas jalan di Jakarta Pusat yaitu di Jalan Suprapto, Jalan Kesehatan, Jalan M.Yamin, Jalan Gresik, dan Jalan Teuku Umar. Jakarta Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Danau Sunter, Jalan Papanggo, sekitar Ancol, dan kawasan Kelapa Gading

BACA JUGA  Mau Vaksin Mandiri, Ini Harga yang Ditetapkan Pemerintah : Okezone Nasional

Untuk di Jakarta Barat di Jalan Kyai Tapa, Jalan Panjang, Jalan Daan Mogot. Kemudian Jakarta Selatan di Jalan Hangtuah dan Jalan Sriwijaya. Sementara wilayah Jakarta Timur di Jalan Pangeran Revolusi, Jalan Pemuda, dan Jalan I Gusti Ngurah Rai.

Selain itu, sesuai Keputusan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 2021 tentang Standar Operasional Prosedur Pemberian Santunan/Asuransi Pohon Tumbang di DKI Jakarta, diatur prosedur yang berhak didapatkan oleh para korban pohon tumbang serta besaran santunan asuransi, persyaratan klaim santunan yang terbagi untuk kendaraan roda dua atau empat, korban luka atau meninggal dunia, dan kerusakan bangunan.

BACA JUGA:
Jakarta Cuaca Ekstrem, Pohon Rawan Tumbang Diminta Dipotong Agar Tak MembahayakanPemilik Motor Tertimpa Pohon Tumbang di Balai Kota Dapat Klaim Asuransi

“Klaim santunan asuransi tersebut berlaku untuk korban manusia, kerusakan kendaraan, dan kerusakan bangunan. Untuk besaran santunan asuransi tersebut adalah maksimal Rp50 juta, untuk korban meninggal dunia dan maksimal Rp25 juta, untuk kerusakan kendaraan maupun kerusakan bangunan,” ujarnya.

“Masyarakat (perorangan, badan hukum atau bukan badan hukum) yang terkena dampak dari peristiwa/kejadian pohon tumbang maupun akibat peristiwa alam di lokasi wilayah kerja Distamhut DKI Jakarta dapat mengajukan klaim santunan asuransi pohon tumbang melalui email distama@jakarta.go.id atau ke Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Kota,” tutupnya.

Sebagai informasi, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menyiagakan posko pohon tumbang mulai dari tingkat wilayah sampai tingkat provinsi. Bagi masyarakat yang melihat atau menemukan adanya pohon tumbang dapat menghubungi posko Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Pusat pada telepon 021. 22056884.

[bal]

BACA JUGA  Ingat Pemeran Susi Sitkom OB? 9 Potret Oline Mendeng saat Momong Anak

Sumber: Merdeka

Vinkmag ad

Read Previous

Jadi Tuan Rumah Biannual Tourism Forum, Samosir Perkuat SDM Pariwisata : Okezone Travel

Read Next

Populer Science: Fenomena Gerhana Bulan Total hingga Bahaya Makan Daging Kadal : Okezone techno